Dalam bisnis parfum, sertifikasi bukan sekadar dokumen administratif. Sertifikasi adalah fondasi utama untuk membangun brand yang profesional, aman, dan dipercaya oleh konsumen.
Produk parfum mengandung campuran bahan kimia dan essential oil yang jika tidak diformulasikan dengan benar dapat menimbulkan risiko alergi, iritasi kulit, bahkan bahaya kesehatan lainnya. Oleh karena itu, setiap proses produksi harus memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan oleh regulator.
Sertifikasi memastikan bahwa mulai dari pemilihan bahan baku, proses formulasi, pengemasan, hingga distribusi dilakukan sesuai standar mutu dan regulasi yang berlaku.
Dengan memiliki sertifikasi resmi, bisnis parfum akan:
-
Memiliki nilai jual lebih tinggi.
-
Lebih dipercaya oleh konsumen.
-
Berpeluang masuk ke retail besar dan marketplace premium.
-
Terhindar dari risiko hukum dan penarikan produk.
Berikut adalah jenis-jenis sertifikasi penting yang perlu dimiliki pelaku usaha parfum di Indonesia.
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Sertifikat BPOM adalah sertifikasi utama dan wajib bagi seluruh produk parfum yang dipasarkan secara komersial di Indonesia.
BPOM memastikan bahwa produk tidak mengandung bahan berbahaya dan telah memenuhi standar mutu sebelum beredar di pasaran.
Fungsi:
Proses Umum:
-
Pendaftaran melalui sistem e-registrasi.
-
Pengujian laboratorium bahan.
-
Audit fasilitas produksi.
Produk dengan izin BPOM dapat dijual secara legal di marketplace besar dan memiliki peluang untuk ekspor.
2. Sertifikasi Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)
Label halal menjadi faktor penting bagi konsumen Muslim, termasuk untuk produk parfum.
Sertifikat halal diterbitkan oleh BPJPH bekerja sama dengan LPPOM MUI, dan berlaku selama 4 tahun.
Tahapan:
Dengan sertifikasi halal, brand parfum dapat menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di negara dengan mayoritas Muslim.
3. ISO 22716 – Good Manufacturing Practices for Cosmetics
ISO 22716 adalah standar internasional yang mengatur praktik produksi kosmetik yang baik (GMP), termasuk parfum.
Standar ini sangat penting bagi bisnis yang ingin masuk pasar global atau bekerja sama dengan brand besar.
Fokus utama:
-
Pengendalian kualitas bahan baku.
-
Kebersihan dan standar operasional pabrik.
-
Pelabelan dan penyimpanan produk.
-
Distribusi yang aman.
Manfaatnya adalah meningkatkan kredibilitas merek dan membuka peluang ekspor.
4. Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission
NIB adalah legalitas dasar untuk menjalankan usaha secara sah di Indonesia. Pengurusannya dilakukan melalui sistem OSS.
Jika memiliki fasilitas produksi sendiri, pelaku usaha juga memerlukan izin usaha industri.
Manfaat:
5. Uji Laboratorium Independen (Rekomendasi Tambahan
Meskipun tidak wajib, hasil uji laboratorium independen dapat memperkuat kredibilitas produk.
Pengujian biasanya meliputi:
Dokumen ini dapat menjadi pendukung saat mendaftar BPOM maupun ISO.
Sertifikasi dalam bisnis parfum bukanlah beban administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun brand yang profesional, aman, dan terpercaya.
Dengan melengkapi legalitas seperti BPOM, sertifikasi halal, ISO 22716, serta NIB, bisnis parfum tidak hanya beroperasi secara sah, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar lokal maupun internasional.
Jika Anda ingin membangun brand parfum yang siap masuk retail besar, marketplace premium, hingga pasar ekspor, memastikan kelengkapan sertifikasi adalah langkah strategis yang tidak boleh diabaikan.
Karena pada akhirnya, brand yang bertahan lama adalah brand yang mengutamakan keamanan, kualitas, dan kepercayaan konsumen.
Baca juga artikel kami tentang Legalitas Parfum Itu Bukan Beban Kalau Kamu Pakai Maklon